TELaaH Jurnal InterNasionaL

         TELAAH JURNAL PENELITIAN

PENDAHULUAN

Metode Pencarian Literatur

                           Pada telaah jurnal ini reviewer menggunakan Google Scholer internasional dengan kata kunci “estimation of fetal weight for measurement”. Dari kata kunci tersebut reviewer memperoleh 9120 literatur. Proses seleksi literature menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi antara lain :

1)         Kelengkapan data

2)         Sinkronisasi judul dengan isi

Abstrak

Pengukuran estimasi berat janin sangat penting dilakukan sebelum proses persalinan. Hal itu untuk mengurangi resiko tinggi dalam proses persalinan. Tujuan penelitian adalah membandingkan akurasi 3 metode menghitung taksiran berat janin yaitu ultrasonografi, evaluasi prakteknya di klinik serta efek penggunaannya.

Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah jumlah 62 pasien. Dalam studi ini, kriteria inklusi dipastikan untuk ibu bersalin. Analisis statistik yang akan digunakan dipasangkan analisis uji t.

Dari analisis data, penelitian menunjukkan hasil bahwa estimasi berat janin dengan Ultrasonografi adalah 3330 ± 445 gram. Nilai signifikansi dalam perhitungan statistik adalah 0,253 (p> 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara Johnson formula dan ultrasonografi.

 DESKRIPSI JURNAL

Deskripsi Umum

Jurnal yang akan ditelaah oleh reviewer berjudul “ Estimations Of Fetal Weight During Labor “. Jurnal ini ditulis oleh Robert M Patterson MD kemudian di publikasikan pada tanggal 7 Mei 1984. Telaah dilakukan oleh :

Nama                      : Niska Febian

NIM                        : P27224012073

Tanggal Telaah       : 28 Juni 2012

Tanggal Publikasi   : 29 Juni 2012

Deskripsi Content

1)         Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah membandingkan akurasi 3 metode menghitung taksiran berat janin yaitu ultrasonografi, evaluasi prakteknya di klinik serta efek penggunaannya.

2)         Hasil Penelitian

Dari analisis data, penelitian menunjukkan hasil bahwa estimasi berat janin dengan Ultrasonografi adalah 3330 ± 445 gram. Nilai signifikansi dalam perhitungan statistik adalah 0,253 (p> 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara Johnson formula dan ultrasonografi.

3)         Kesimpulan

Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara taksiran berat janin (TBJ) Johnson dengan ultrasonografi.

TELAAH JURNAL

Hal pertama dalam telaah kritis adalah mengidentifikasi fokus penelitian yang terdiri dari latar belakang penelitian dan masalah penelitian. Dalam suatu penelitian latar belakang penelitian harus jelas karena latar belakang penelitian sangat menentukan kekuatan judul penelitian. Latar belakang harus tersusun mengkerucut yaitu dari umum ke khusus sehingga dasar penelitian akan semakin kuat. Selain itu dalam latar belakang harus muncul suatu masalah penelitian yang akan dibahas pada sub bab berikutnya. Penulis harus lebih menjabarkan latar belakang sehingga pembaca dapat dengan mudah mendapatkan gambaran tentang isi penelitian. Penulis juga perlu menuliskan masalah penelitian. Peneliti belum menuliskan data jumlah keefektivas metode Johnson Toshack dan data keefektivan metode dengan Ultrasonografi.

Gaya penulisan dan sistematika hasil penelitian merupakan hal terakhir yang harus dilakukan oleh peneliti. Pada umumnya peneliti telah belajar secara intuitif cara-cara penulisan dalam bentuk makalah untuk jurnal penelitian. Yang perlu diperhatikan dalam sistematika penulisan antara lain :

1)         Untuk siapa laporan penelitian ditujukan

2)         Bentuk umum laporan ilmiah

Gaya penulisan hasil merupakan bagian yang sentral pada laporan penelitian. Dalam penulisan hasil tidak perlu diberikan ulasan, komentar dan lain-lain, kecuali pada karangan pendek yang menggabungkan komponen hasil dan pembahasan. Meskipun demikian kalimat pengantar mutlak diperlukan.

Dalam suatu penelitian nama penulis harus tertera dengan jelas untuk menghindari unsur plagiat. Terkadang penelitian tanpa penulis atau nama penulis tertera kurang dapat terbaca membuat pembaca lebih mudah untuk menjiplak. Umumnya penulis menuliskan nama di cover halaman depan dengan font 12. Adapula nama dengan huruf cetak tebal.

Judul penelitian sebaiknya dibuat semenarik dan sejelas mungkin agar pembaca tertarik untuk membaca dan tidak salah dalam menafsirkan judul. Judul yang kurang sinkron dengan content membuat pembaca bingung. Selain itu jenis, tebal dan ukuran huruf juga harus diperhatikan. Perlu diperhatikan juga panjang dan pendeknya judul.

Abstrak menggambarkan isi dari penelitian. Abstrak dapat dibuat dalam satu paragraf atau terstruktur. Dari suatu abstrak pembaca dapat melihat sekilas tentang content dari penelitian. Reviewer menemukan banyak kelebihan dari abstrak penelitian ini, abstrak penelitian ini sudah lengkap dan sudah dapat menggambarkan isi dari penelitian. Namun gaya penulisan dan sistematika penulisan abstrak kurang lengkap dan tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Komponen yang harus ada pada abstrak adalah IMRAD ( Introductions, Methods, Results dan Discussion). Jumlah kata seharusnya tidak lebih dari 200-250 kata.

Dalam suatu penelitian biasanya penulis menggunakan kalimat tanya untuk rumusan masalah. Tujuan penelitian di rincikan dalam tujuan umum dan tujuan khusus. Masalah belum dituliskan secara jelas oleh peneliti. Belum terdapat tujuan khusus dari penelitian.

Dalam tinjauan pustaka harus diuraikan dengan mendalam berbagai aspek teoritis yang mendasari penelitian. Hal yang disinggung dalam latar belakang masalah perlu dirici dan hubungan antar variabel dibahas. Sumber pustaka seyogyanya cukup baru 5-7 tahun terakhir agar informasi yang dikemukakan tidak kadaluwarsa. Masalah teknis penulisan harus diperhatikan benar. Kalimat terlalu panjang, kalimat tidak bersubyek, ataupun ejaan yang tidak taat asas harus dihindarkan sementara alur pikiran yang logis harus tetap dijaga. Penulisan rujukan harus diperhatikan dengan baik karena hal itu merupakan salah satu kriteria tinjauan pustaka yang baik.

Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis. Survai atau studi eksploratif yang tidak mencari hubungan antar variabel, jadi hanya bersifat deskriptif, tidak memerlukan hipotesis. Syarat hipotesis yang baik adalah :

1)         Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana

2)         Mempunyai landasan teori yang kuat

3)         Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dari satu atau lebih variabel bebas.

4)         Memungkinkan diuji secara empiris

5)         Rumusan harus khas dan menggambarkan variabel-variabel yang diukur

6)         Dikemukakan a priori

Bila seseorang melakukan penelitian, biasanya ingin menggeneralisasikan hasil penelitian kepada suatu populasi yang luas. Namun peneliti tidak melakukan penelitian kepada seluruh populasi yang dikehendaki, melainkan dengan cara mengambil contoh (sampel). Penggunaan sampel memiliki berbagai keuntungan antara lain :

1)         Lebih murah

2)         Lebih mudah

3)         Lebih cepat

4)         Lebih akurat

5)         Mewakili populasi

6)         Lebih spesifik

Penulis harus menyertakan jumlah populasi, cara pengambilan sampel dan jumlah sampel yang akan diambil.

Salah satu yang penting dalam kode etik penelitian khususnya penelitian kesehatan adalah suatu keharusan adanya informed consent dari manusia yang digunakan dalam penelitian. Peneliti hanya dihimbau untuk mematuhi kode etik yang berlaku namun semua kebijaksanaan diserahkan pada peneliti, tidak adanya keharusan adanya pihak lain yang mengawasi. Peneliti harus membuat keputusan sendiri apakah penelitiannya menyimpang atau tidak dari norma-norma etik yang telah digariskan itu. Karena tidak ada pengawasan dari pihak lain, pengertian peneliti tentang perbedaan suatu tindakan sebagai pengobatan atau penelitian kadang tidak jelas, sehingga masih terjadi berbagai penyimpangan norma-norma etik. Formulir persetujuan atau Informed Consent harus disertakan pada lampiran.

Semua konsep yang ada dalam penelitian harus dibuat batasan dalam istilah yang operasional. Maksudnya adalah agar tidak ada makna ganda dari semua istilah yang digunakan dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu, semua konsep tersebut harus didefinisikan secara tegas supaya kerancuan dalam pengukuran, analisis serta kesimpulan dapat dihindarkan.

Setelah pertanyaan penelitian, tujuan serta hipotesis diformulasi dan kerangka teori serta kerangka konsep dirumuskan, maka peneliti melangkah pada suatu rencana pelaksanaan penelitian. Hal tersebut mencakup : desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, estimasi besar sampel, kriteria inklusi dan ekslusi, cara kerja, serta rencana pengumpulan data dan rencana analisis yang hendak dipergunakan. Desain penelitian merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji kesahihan hipotesis. Desain penelitian pada penelitian ini adalah menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain ini hanyalah merupakan salah satu jenis studi observasional untuk menentukan hubungan antara faktor resiko dan penyakit. Penulis perlu melakukan pertimbangan untuk mengambil desain penelitian ini karena kurun waktu pendek dan sampelnya pun akan terbatas. Selain itu juga aakan sulit menentukan sebab dan akibat karena penngambilan data resiko dan efek dilakukan pada saat bersamaan. Kemungkinan terjadinya bias prevalens atau bias insidens karena efek suatu faktor resiko selama selang waktu tertentu disalahtafsirkan sebagai efek penyakit.

Jenis analisa statistik yang akan digunakan dijabarkan set variabel yang akan dianalisis, dirinci cara analisis yang akan dipakai untuk tiap set variabel tersebut. Ditentukan batas kemaknaan yang akan dipakai serta interval kepercayaan akan disertakan dan tingkat kemaknaan statistika yang dipilih.

Hasil penelitian merupakan kesimpulan penelitian tersebut. Pada studi cross sectional hasil penelitian dinyatakan dalam rasio prevalens dengan membagi prevelens efek pada kelompok dengan faktor resiko dengan prevelans efek pada kelompok tanpa faktor resiko.  Pada hasil penelitian hendaknya disertakan tabel deskripsi subyek penelitian. Untuk uji perbandingan karakteristik subyek perlu dibandingkan kesetaraannnya.

Semua hal yang dibahas dalam pembahasan harus relevan. Perlu juga disebutkan kesulitan, keterbatasan dan penyimpangan dari protokol pada penelitian serta dampaknya terhadap hasil penelitian. Yang tidak kalah pentingnya pembahasan dilakukan dengan menghubungkan teori dan hasil penelitian serta pertanyaan penelitian. Dalam pembahasan kelebihannya penulis sudah berusaha membandingkan teori dengan hasil penelitian namun masih kurang mendalam. Pembahasan masih terlalu singkat selain itu sumber yang digunakan sebagai teori masih kurang kuat. Pembahasan lebih banyak mengarah pada metode Johnson Toschack belum mengarah pada taksiran menggunakan Ultrasonografi dalam artian teori mengenai menghitung taksiran denga Ultrasonografi masih terlalu minim.

Daftar pustaka harus disertakan dengan sistem yang dipilih dan dilakukan secara taat asas. Dalam penulisan usulan penelitian daftar pustaka tidak hanya bersangkutan dengan substansi yang akan diteliti, melainkan juga pada metodologi dan teknik statistika yang dipergunakan. Daftar pustaka hendaknya disusun sesuai dengan aturan jurnal.

Kesimpulan harus benar-benar menggambarkan isi dari penelitian yang disusun secara padat, ringkas dan jelas. Jika dalam kesimpulan terdapat hasil penellitian maka sudah seharusnya angka-angka hasil dari penelitian pun harus disertakan meskipun tidak seluruhnya karena kesimpulan yang terlalu panjang dan rumit menyulitkan pembaca dalam menganalisa. Saran dalam suatu kesimpulan hendaknya harus mempertimbangkan kepada siapa saran tersebut dibuat. Selain itu kata-kata yang disusun haruslah kata-kata yang sesuai dengan etika yang ada sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa tersinggung ataupun dirugikan.

Kesimpulan reviewer dalam menelaah jurnal dilihat dari kelebihannya analisa data yang ditampilkan sudah lengkap, sistematika penulisan juga sudah sesuai dengan kaidah penelitian. Perlu diperbaiki gaya bahasa yang masih terlalu rumit selain itu juga tinjauan pustaka masih minim dan masih memakai sumber dari blog, pada bagian analisa belum membandingkan secara mendalam antara hasil penelitian dengan teori yang ada di dalam penelitian ini hanya disebutkan garis besarnya saja. Penulisan lambang-lambang dan rumus dalam hasil penelitian masih menyulitkan pembaca karena terlalu rumit dan penulisannya pun masih kurang rapi. Selain itu nama peneliti dan judul penelitian belum ditulis secara benar. Abstrak yang dibuat masih belum sesuai dengan format yang ada. Sampel yang digunakan adalah sampel batas minimal sehingga kesahihan penelitian belum kuat.

 PENUTUP

                        Adanya suatu penelitian memberikan  banyak manfaat untuk pembaca.dengan adanya suatu penelitian akan timbul gagasan dan penemuan-penemuan baru. Oleh karena itu kemampuan metodologi penelitian sangat penting dimiliki oleh penulis. Selain itu perlu diperhatikan pula sistematika, gaya bahasa dan kaidah-kaidah penulisan agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap isi dari penelitian. Perlu diketahui bahwa penelitian merupakan proses rangkuman aktivitas intelektual yang mencakup kemampuan untuk menciptakan ide, kreativitas, kemampuan metodelogi, penguasaan substansi, pemahaman aplikasi statistika, kemampuan bahasa serta konsistensi berpikir logis.

Telaah Jurnal Domestik

TELAAH JURNAL PENELITIAN

PENDAHULUAN

Metode Pencarian Literatur

Pada telaah jurnal ini reviewer menggunakan Google Scholer internasional dengan kata kunci “estimation of fetal weight for measurement”. Dari kata kunci tersebut reviewer memperoleh 9120 literatur. Proses seleksi literature menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi antara lain :

Abstrak

Pengukuran estimasi berat janin sangat penting dilakukan sebelum proses persalinan. Hal itu untuk mengurangi resiko tinggi dalam proses persalinan. Tujuan penelitian adalah membandingkan akurasi 3 metode menghitung taksiran berat janin yaitu ultrasonografi, evaluasi prakteknya di klinik serta efek penggunaannya.

Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah jumlah 62 pasien. Dalam studi ini, kriteria inklusi dipastikan untuk ibu bersalin. Analisis statistik yang akan digunakan dipasangkan analisis uji t.

Dari analisis data, penelitian menunjukkan hasil bahwa estimasi berat janin dengan Ultrasonografi adalah 3330 ± 445 gram. Nilai signifikansi dalam perhitungan statistik adalah 0,253 (p> 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara Johnson formula dan ultrasonografi.

 DESKRIPSI JURNAL

Deskripsi Umum

Jurnal yang akan ditelaah oleh reviewer berjudul “ Estimations Of Fetal Weight During Labor “. Jurnal ini ditulis oleh Robert M Patterson MD kemudian di publikasikan pada tanggal 7 Mei 1984. Telaah dilakukan oleh :

Nama                      : Niska Febian

NIM                        : P27224012073

Tanggal Telaah       : 28 Juni 2012

Tanggal Publikasi   : 29 Juni 2012

Deskripsi Content

1)         Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah membandingkan akurasi 3 metode menghitung taksiran berat janin yaitu ultrasonografi, evaluasi prakteknya di klinik serta efek penggunaannya.

2)         Hasil Penelitian

Dari analisis data, penelitian menunjukkan hasil bahwa estimasi berat janin dengan Ultrasonografi adalah 3330 ± 445 gram. Nilai signifikansi dalam perhitungan statistik adalah 0,253 (p> 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara Johnson formula dan ultrasonografi.

3)         Kesimpulan

Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara taksiran berat janin (TBJ) Johnson dengan ultrasonografi.

TELAAH JURNAL

Hal pertama dalam telaah kritis adalah mengidentifikasi fokus penelitian yang terdiri dari latar belakang penelitian dan masalah penelitian. Dalam suatu penelitian latar belakang penelitian harus jelas karena latar belakang penelitian sangat menentukan kekuatan judul penelitian. Latar belakang harus tersusun mengkerucut yaitu dari umum ke khusus sehingga dasar penelitian akan semakin kuat. Selain itu dalam latar belakang harus muncul suatu masalah penelitian yang akan dibahas pada sub bab berikutnya. Penulis harus lebih menjabarkan latar belakang sehingga pembaca dapat dengan mudah mendapatkan gambaran tentang isi penelitian. Penulis juga perlu menuliskan masalah penelitian. Peneliti belum menuliskan data jumlah keefektivas metode Johnson Toshack dan data keefektivan metode dengan Ultrasonografi.

Gaya penulisan dan sistematika hasil penelitian merupakan hal terakhir yang harus dilakukan oleh peneliti. Pada umumnya peneliti telah belajar secara intuitif cara-cara penulisan dalam bentuk makalah untuk jurnal penelitian. Yang perlu diperhatikan dalam sistematika penulisan antara lain :

1)         Untuk siapa laporan penelitian ditujukan

2)         Bentuk umum laporan ilmiah

            Gaya penulisan hasil merupakan bagian yang sentral pada laporan penelitian. Dalam penulisan hasil tidak perlu diberikan ulasan, komentar dan lain-lain, kecuali pada karangan pendek yang menggabungkan komponen hasil dan pembahasan. Meskipun demikian kalimat pengantar mutlak diperlukan

Dalam suatu penelitian nama penulis harus tertera dengan jelas untuk menghindari unsur plagiat. Terkadang penelitian tanpa penulis atau nama penulis tertera kurang dapat terbaca membuat pembaca lebih mudah untuk menjiplak. Umumnya penulis menuliskan nama di cover halaman depan dengan font 12. Adapula nama dengan huruf cetak tebal

Judul penelitian sebaiknya dibuat semenarik dan sejelas mungkin agar pembaca tertarik untuk membaca dan tidak salah dalam menafsirkan judul. Judul yang kurang sinkron dengan content membuat pembaca bingung. Selain itu jenis, tebal dan ukuran huruf juga harus diperhatikan. Perlu diperhatikan juga panjang dan pendeknya judul.

Abstrak menggambarkan isi dari penelitian. Abstrak dapat dibuat dalam satu paragraf atau terstruktur. Dari suatu abstrak pembaca dapat melihat sekilas tentang content dari penelitian. Reviewer menemukan banyak kelebihan dari abstrak penelitian ini, abstrak penelitian ini sudah lengkap dan sudah dapat menggambarkan isi dari penelitian. Namun gaya penulisan dan sistematika penulisan abstrak kurang lengkap dan tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Komponen yang harus ada pada abstrak adalah IMRAD ( Introductions, Methods, Results dan Discussion). Jumlah kata seharusnya tidak lebih dari 200-250 kata.

Dalam suatu penelitian biasanya penulis menggunakan kalimat tanya untuk rumusan masalah. Tujuan penelitian di rincikan dalam tujuan umum dan tujuan khusus. Masalah belum dituliskan secara jelas oleh peneliti. Belum terdapat tujuan khusus dari penelitian.

Dalam tinjauan pustaka harus diuraikan dengan mendalam berbagai aspek teoritis yang mendasari penelitian. Hal yang disinggung dalam latar belakang masalah perlu dirici dan hubungan antar variabel dibahas. Sumber pustaka seyogyanya cukup baru 5-7 tahun terakhir agar informasi yang dikemukakan tidak kadaluwarsa. Masalah teknis penulisan harus diperhatikan benar. Kalimat terlalu panjang, kalimat tidak bersubyek, ataupun ejaan yang tidak taat asas harus dihindarkan sementara alur pikiran yang logis harus tetap dijaga. Penulisan rujukan harus diperhatikan dengan baik karena hal itu merupakan salah satu kriteria tinjauan pustaka yang baik.

Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis. Survai atau studi eksploratif yang tidak mencari hubungan antar variabel, jadi hanya bersifat deskriptif, tidak memerlukan hipotesis. Syarat hipotesis yang baik adalah :

1)         Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana

2)         Mempunyai landasan teori yang kuat

3)         Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dari satu atau lebih variabel bebas.

4)         Memungkinkan diuji secara empiris

5)         Rumusan harus khas dan menggambarkan variabel-variabel yang diukur

6)         Dikemukakan a priori

Bila seseorang melakukan penelitian, biasanya ingin menggeneralisasikan hasil penelitian kepada suatu populasi yang luas. Namun peneliti tidak melakukan penelitian kepada seluruh populasi yang dikehendaki, melainkan dengan cara mengambil contoh (sampel). Penggunaan sampel memiliki berbagai keuntungan antara lain :

1)         Lebih murah

2)         Lebih mudah

3)         Lebih cepat

4)         Lebih akurat

5)         Mewakili populasi

6)         Lebih spesifik

Penulis harus menyertakan jumlah populasi, cara pengambilan sampel dan jumlah sampel yang akan diambil.

Salah satu yang penting dalam kode etik penelitian khususnya penelitian kesehatan adalah suatu keharusan adanya informed consent dari manusia yang digunakan dalam penelitian. Peneliti hanya dihimbau untuk mematuhi kode etik yang berlaku namun semua kebijaksanaan diserahkan pada peneliti, tidak adanya keharusan adanya pihak lain yang mengawasi. Peneliti harus membuat keputusan sendiri apakah penelitiannya menyimpang atau tidak dari norma-norma etik yang telah digariskan itu. Karena tidak ada pengawasan dari pihak lain, pengertian peneliti tentang perbedaan suatu tindakan sebagai pengobatan atau penelitian kadang tidak jelas, sehingga masih terjadi berbagai penyimpangan norma-norma etik. Formulir persetujuan atau Informed Consent harus disertakan pada lampiran.

Semua konsep yang ada dalam penelitian harus dibuat batasan dalam istilah yang operasional. Maksudnya adalah agar tidak ada makna ganda dari semua istilah yang digunakan dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu, semua konsep tersebut harus didefinisikan secara tegas supaya kerancuan dalam pengukuran, analisis serta kesimpulan dapat dihindarkan.

Setelah pertanyaan penelitian, tujuan serta hipotesis diformulasi dan kerangka teori serta kerangka konsep dirumuskan, maka peneliti melangkah pada suatu rencana pelaksanaan penelitian. Hal tersebut mencakup : desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, estimasi besar sampel, kriteria inklusi dan ekslusi, cara kerja, serta rencana pengumpulan data dan rencana analisis yang hendak dipergunakan. Desain penelitian merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji kesahihan hipotesis. Desain penelitian pada penelitian ini adalah menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain ini hanyalah merupakan salah satu jenis studi observasional untuk menentukan hubungan antara faktor resiko dan penyakit. Penulis perlu melakukan pertimbangan untuk mengambil desain penelitian ini karena kurun waktu pendek dan sampelnya pun akan terbatas. Selain itu juga aakan sulit menentukan sebab dan akibat karena penngambilan data resiko dan efek dilakukan pada saat bersamaan. Kemungkinan terjadinya bias prevalens atau bias insidens karena efek suatu faktor resiko selama selang waktu tertentu disalahtafsirkan sebagai efek penyakit.

Jenis analisa statistik yang akan digunakan dijabarkan set variabel yang akan dianalisis, dirinci cara analisis yang akan dipakai untuk tiap set variabel tersebut. Ditentukan batas kemaknaan yang akan dipakai serta interval kepercayaan akan disertakan dan tingkat kemaknaan statistika yang dipilih.

Hasil penelitian merupakan kesimpulan penelitian tersebut. Pada studi cross sectional hasil penelitian dinyatakan dalam rasio prevalens dengan membagi prevelens efek pada kelompok dengan faktor resiko dengan prevelans efek pada kelompok tanpa faktor resiko.  Pada hasil penelitian hendaknya disertakan tabel deskripsi subyek penelitian. Untuk uji perbandingan karakteristik subyek perlu dibandingkan kesetaraannnya.

Semua hal yang dibahas dalam pembahasan harus relevan. Perlu juga disebutkan kesulitan, keterbatasan dan penyimpangan dari protokol pada penelitian serta dampaknya terhadap hasil penelitian. Yang tidak kalah pentingnya pembahasan dilakukan dengan menghubungkan teori dan hasil penelitian serta pertanyaan penelitian. Dalam pembahasan kelebihannya penulis sudah berusaha membandingkan teori dengan hasil penelitian namun masih kurang mendalam. Pembahasan masih terlalu singkat selain itu sumber yang digunakan sebagai teori masih kurang kuat. Pembahasan lebih banyak mengarah pada metode Johnson Toschack belum mengarah pada taksiran menggunakan Ultrasonografi dalam artian teori mengenai menghitung taksiran denga Ultrasonografi masih terlalu minim.

Daftar pustaka harus disertakan dengan sistem yang dipilih dan dilakukan secara taat asas. Dalam penulisan usulan penelitian daftar pustaka tidak hanya bersangkutan dengan substansi yang akan diteliti, melainkan juga pada metodologi dan teknik statistika yang dipergunakan. Daftar pustaka hendaknya disusun sesuai dengan aturan jurnal.

Kesimpulan harus benar-benar menggambarkan isi dari penelitian yang disusun secara padat, ringkas dan jelas. Jika dalam kesimpulan terdapat hasil penellitian maka sudah seharusnya angka-angka hasil dari penelitian pun harus disertakan meskipun tidak seluruhnya karena kesimpulan yang terlalu panjang dan rumit menyulitkan pembaca dalam menganalisa. Saran dalam suatu kesimpulan hendaknya harus mempertimbangkan kepada siapa saran tersebut dibuat. Selain itu kata-kata yang disusun haruslah kata-kata yang sesuai dengan etika yang ada sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa tersinggung ataupun dirugikan.

Kesimpulan reviewer dalam menelaah jurnal dilihat dari kelebihannya analisa data yang ditampilkan sudah lengkap, sistematika penulisan juga sudah sesuai dengan kaidah penelitian. Perlu diperbaiki gaya bahasa yang masih terlalu rumit selain itu juga tinjauan pustaka masih minim dan masih memakai sumber dari blog, pada bagian analisa belum membandingkan secara mendalam antara hasil penelitian dengan teori yang ada di dalam penelitian ini hanya disebutkan garis besarnya saja. Penulisan lambang-lambang dan rumus dalam hasil penelitian masih menyulitkan pembaca karena terlalu rumit dan penulisannya pun masih kurang rapi. Selain itu nama peneliti dan judul penelitian belum ditulis secara benar. Abstrak yang dibuat masih belum sesuai dengan format yang ada. Sampel yang digunakan adalah sampel batas minimal sehingga kesahihan penelitian belum kuat.

PENUTUP

                        Adanya suatu penelitian memberikan  banyak manfaat untuk pembaca.dengan adanya suatu penelitian akan timbul gagasan dan penemuan-penemuan baru. Oleh karena itu kemampuan metodologi penelitian sangat penting dimiliki oleh penulis. Selain itu perlu diperhatikan pula sistematika, gaya bahasa dan kaidah-kaidah penulisan agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap isi dari penelitian. Perlu diketahui bahwa penelitian merupakan proses rangkuman aktivitas intelektual yang mencakup kemampuan untuk menciptakan ide, kreativitas, kemampuan metodelogi, penguasaan substansi, pemahaman aplikasi statistika, kemampuan bahasa serta konsistensi berpikir logis.

DiaryQ

EFEKTIFITAS METODE NISWANDER DAN METODE JOHNSON TOSHACK TERHADAP BERAT BADAN
BAYI BARU LAHIR PADA IBU BERSALIN
DI WILAYAH PUSKESMAS TEGALREJO
SALATIGA

Proposal
Disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA SAIN TERAPAN Pada Jurusan Kebidanan
Politeknik Kesehatan Surakarta Tahun 2012

Disusun Oleh :
NISKA FEBIAN
P 27224012 073

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
JURUSAN KEBIDANAN
2012